Pfiuuh… pertama2 saia bersyukur disempatkan menulis blog hari ini.

Love May Kill = Cinta Dapat Membunuh. D’Masiv punya lagu judulnya Cinta Ini Membunuhku.

Hohoho… tulisan saia ga ada hubungannya dengan itu semua. Karena lihat aja di kolom kategori, tulisan ini masuk ketegori resensi. Artinya, saia membahas suatu karya manusia disini.

Resensi kali ini saia akan membahas SALT. Film terbaru yg dibintangi oleh salah satu perempuan (yg dianggap) berpengaruh di dunia ini menceritakan tentang kehidupan seorang agen wanita. Sebuah order yg sudah diterimanya dari negara asalnya sejak dia masih bocah.

Bayangkan, dari bocah !

Okey, ide tentang mengembangkan sosok agen atau teroris untuk tujuan tertentu sejak masih bocah bukan pertama kali muncul. salah satu film yg gue ingat itu DEPARTED, yg diaminin sama aktor favorite gue >>> Leonardo Dicaprio dan Matt Damon. Kali ini fokus pada cerita Salt yah !

Evelyn Salt (Angelina Jolie) adalah seorang agen CIA berdarah Rusia yg bekerja untuk Amerika Serikat. Dia dianggap agen yg paling jago dalam urusan lie detector >>> intrograsi. Suatu hari, seorang penyelundup Rusia muncul dikantornya tepat diwaktu ia akan pulang ke rumah untuk merayakan hari ultah pernikahannya.

Marry is not an option for an agent. You may put your beloved ones in danger.

Who knows kalo permintaan sahabatnya>>Ted untuk mengotrogasi sebelum Salt pulang kerumah justru meletakannya dalam situasi tidak nyaman.

Beberapa waktu sebelumnya, Salt sebagai CIA dikirim ke Korea untuk memata-matai pengembangan nuklir, dan ketahuan. Ia berhasil lolos karena suaminya yg bekerja sebagai ahli laba-laba adalah peneliti yg berharga dan memiliki perlakuan khusu pemerintahan Korea. Salt memang awalnya diperintahkan mendekati pria itu demi kemulusan misi ini. Saat mengetahui ia tidak cukup sigap dalam menyamar dan pasrah untuk mati di tiang gantungan atas tugasnya sebagai CIA (bukan sebagai mata-mata Rusia), suaminya membelanya habis-habisan di hadapan pemerintah Amerika. Jika pun pemerintah Amerika tidak mampu mengambil jalur diplomasi untuk membebeaskan istrinya, maka ia akan turun tangan sendiri ke Korea tanpa peduli apapun.

Disinilah mulainya konflik dalam diri Salt. Kompetensinya sebagai mata-mata terlatih Rusia gugur karena terharunya ia akan sikap cinta yg sederhana dari suaminya itu.

Tugas Salt adalah membunuh  presiden Rusia saat pemakaman wakil presiden Amerika. Ia diwajibkan membunuh dengan statusnya sebagai agen Amerika, hal ini dimaksudkan untuk mengadu domba kedua negara dan menciptakan perang besar. Rusia berniat menghancurkan Amerika. (mungkin sebagai balasan hancurnya Uni Sovyet—ini komen tambahan gue).

Saat mengetahui suaminya menghilang, sementara ia menjadi buronan departemennya sendiri>> CIA bahkan buronan Amerika, Salat berpikir dan bertindak cepat.

Ia tidak membunuh presiden Rusia, hanya membuat semua orang menyangkanya seperti itu (bagaimana caranya ? tonton aja ya…)

Saat kembali ke markasnya sebagai mata-mata Rusia, ditemukan fakta bahwa pemimpin agen Rusia yg mengirim Salt sejak kecil ternyata ayah kandung Salt sendiri. Salt membunuh ayahnya sendiri beserta 13 orang rekan nya sesama mata-mata karena suaminya dibunuh didepan matanya di markas tersebut. Semuanya dilakukan dengan tenang dan tanpa cacat.

( sidik jari yg nempel ga saia kategoriin sebagai kecacatan, mungkin justru rencana)

Bagian belakang cerita ga seru kalo gue ceritain, tapi semua cabang kemungkinan yg ada di otak gue udah menduga separuh skenario bagian akhir film. Menurut gue sih, film ini bakal punya sekuel. Liat aja ntar. Sembari menunggu Harry Potter yg udah gue nanti2 sejak awal 2010. Selamat menikmati filmnya !

Iklan